Selasa, 19 Maret 2013


Konsep Sehat

   Bagi manusia, sehat adalah salah satu modal  bagi kelangsungan hidup manusia. Karena dengan kita sehat, kita dapat melakukan segala aktivitas kita yang setiap saat kita lakukan…Konsep Sehat menurut saya yaitu suatu keadaan seseorang yang tidak terkena penyakit, badan fit dan tidak ada fikiran jadi, adanya keseinbangan yang saling berkaitan antara tubuh dan pikiran.


Ada beberapa konsep sehat menurut para ahli, yaitu :
Menurut Parkins (1938)
   adalah suatu keadaan seimbang yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan berbagai faktor yang berusaha mempengaruhinya.

Menurut White (1977)
    Sehat adalah suatu keadaan di mana seseorang pada waktu diperiksa tidak mempunyai keluhan ataupun tidak terdapat tanda-tanda suatu penyakit dan kelainan.

Menurut Pepkin’s
   Sehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk tubuh dan fungsi yang dapat mengadakan penyesuaian, sehingga dapat mengatasi gangguan dari luar.


Tujuan Kesehatan
   Salah satu tujuan nasional adalah memajukan kesejahteraan bangsa, yang berarti memenuhi kebutuhan dasar manusia, yaitu pangan, sandang,pangan, pendidikan,kesehatan,lapangan kerja dan ketenteraman hidup. Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk, jadi tanggung jawab untuk terwujudnya derajat kesehatan yang optimal berada di tangan seluruh masyarakat.

Tujuan dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan
   Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan dapat dibagi menjadi dua, secara umum dan secara khusus. Tujuan dan ruang lingkup secara umum, antara lain:
1.  Melakukan koreksi atau perbaikan terhadap segala bahaya dan ancaman pada kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
2.  Melakukan usaha pencegahan dengan cara mengatur sumber-sumber lingkungan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan kehidupan manusia.
3.  Melakukan kerja sama dan menerapkan program terpadu di antara masyarakat dan institusi pemerintah serta lembaga nonpemerintah dalam menghadapi bencana alam atau wabah penyakit menular.

Tujuan Pembangunan Kesehatan
   Untuk jangka panjang pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk tercapainya tujuan utama sebagai berikut:
1.  Peningkatan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan.
2.  Perbaikan mutu lingkungan hidup yang dapat menjamin kesehatan.
3.  Peningkatan status gizi masyarakat.
4.  Pengurangan kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas).
5.  Pengembangan keluarga sehat sejahtera, dengan makin diterimanya norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

Faktor- faktor yang mempengaruhi kesehatan :
Environment atau lingkungan.
   Behaviour atau perilaku, Antara yang pertama dan kedua dihubungkan dengan ecological balance.
Heredity atau keturunan yang dipengaruhi oleh populasi, distribusi penduduk, dan sebagainya.
Health care service berupa program kesehatan yang bersifat preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif.
Dari empat faktor tersebut di atas, lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya (dominan) terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat.




















Konsep sehat menurut saya adalah seseorang yang kondisinya vit, terbebas dari penyakit baik fisik, sosial, mental dan spiritual, kondisi sehat secara :

1.  Secara Spiritual yaitu kesadaran diri terhadap agama tidak memiliki hati dan perkataan yang buruk , sehat tercermin dari cara seseorang dalam menekspresikan rasa syukur , pujian, kepercayaan dsb kepada Allah SWT. Sehat secara juga dapat diartikan yaitu keadaan dimana seseorang dapat menjalankan ibadah dan aturan agama yang dianutnya.
2.  Sehat secara Emosional yaitu tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan apa yang sedang dirasakannya seperti marah, senang , sedih , gembira dll.
3.  Sehat secara Intelektual yaitu : Suatu kondisi dimana seseorang daapat berkembang secara fisik dan intelektual sehingga dapat menuangkan ide ide yang bermanfaat bagi orang lain.
4.  Sehat secara fisik yaitu apabila seseorang tidak mengeluh sakit dan semua organ fisik terlihat normal.
5.  Sehat secara Sosial yaitu apabila seseorang dapat berhubungan baik dengan orang lain tanpa membedakan ras, agama dan status orang tersebut.
jadi, kesimpulannya: Konsep sehat sangat diperlukan untuk diri kita, kita harus menanamkan konsep sehat sejak dari kecil atau awal. Karena lama kelamaan akan terbiasa. Belajar hidup sehat, mulai dari cara hidup dan gaya hidup..
                                                                                    
                                                                                   Sumber :   http://chit.blog.com/
                                                                                   http://vaniariyanti.blogspot.com/
                
Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental

   Masalah kesehatan mental sudah ada sejak beribu-ribu tahun yang lalu dan perkembangannya dimulai sejak masa zaman prasejarahdimana manusia purba sering mengalami gangguan mental atau fisik, seperti infeksi, artritis, dll. 
Lalu dilanjutkan pada zaman peradaban awal yang pada saat itu ada 3 tokoh yang berpengaruh yaitu :
1.  Phytagoras (orang yang pertama memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit mental)
2.  Hypocrates (Ia berpendapat penyakit / gangguan otak adalah penyebab penyakit mental)
3.  Plato (gangguan mental sebagian gangguan moral, gangguan fisik dan sebagiaan lagi dari dewa dewa)
   Saat zaman Renaissesus yaitu pada zaman ini di beberapa negara Eropa, para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran dan filsafat mulai menyangkal anggapan bahwa pasien sakit mental tenggelam dalam dunia tahayul.
   
Era Pra Ilmiah
   Sejak zaman dulu gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan terhadap faham animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan kurban.
   Suatu aliran yaitu kepercayaan Naturalisme yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates (460-367) menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia mengatakan, Jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan mencium bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau hantu yang melukai badan anda.
   Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat polotik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, pasiennya dirantai, diikat ketembok dan tempat tidur. Para pasien yang telah di rantai selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya.

Era Modern
   Perubahan luar biasa dalam sikap dan cara pengobatan gangguan mental terjadi pada saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika pada tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staf medis di rumah sakit Pensylvania. Di rumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai lunatics (orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyebab dan cara menyembuhkan penyakit tersebut. Akibatnya pasien-pasien dikurung dalam ruang tertutup, dan mereka sekali-kali diguyur dengan air.
   Rush melakukan suatu usaha yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita gangguan mental tersebut melalui penulisan artikel-artikel. Secara berkesinambungan, Rush mengadakan pengobatan kepada pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi, dan mencari kesenangan.
   Pada tahun 1909, gerakan mental Hygiene secara formal mulai muncul. Perkembangan gerakan mental hygiene ini tidak lepas dari jasa Clifford Whitting Beers (1876-1943) bahkan karena jasanya itu ia dinobatkan sebagai The Founder of the MentalHygiene Movement.Dia terkenal karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat manusiawi.
   Secara hukum, gerakan mental hygiene ini mendapat pengakuan pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika presiden Amerika Serikat menandatangani The National Mental Health Act., yang berisi program jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat.
   Beberapa tujuan yang terkandung dalam dokumen tersebut meliputi :
1.  Meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat Amerika Serikat, melalui penelitian, investigasi, eksperimen, penayangan kasus-kasus, diagnosis, dan pengobatan.
2.  Membantu lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang melakukan kegiatan penelitian dan meningkatkan koordinasi antara para peneliti dalam melakukan kegiatan dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitiannya.
3.  Memberikan latihan terhadap para personel tentang kesehatan mental.
4.  Mengembangkan dan membantu negara dalam menerapkan berbagai metode pencegahan, diagnosis, dan pengobatan terhadap para pengidap gangguan mental.
   Pada tahun 1950, organisasi mental hygiene terus bertambah, yaitu dengan berdirinya National Association for Mental Health. Gerakan mental hygiene ini terus berkembang sehingga pada tahun 1975 di Amerika terdapat lebih dari seribu perkumpulan kesehatan mental. Di belahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui The World Federation forMental Health dan The World Health Organization.


Pendekatan Kesehatan Mental

   Kepribadian berasal dari kata personality. Persona=topeng atau kedok, biasanya topeng atau kedok digunakan orang dalam pementasan drama yang disesuaikan dengan karakter peran yang dimainkan. Sedangkan personality diartikan sebagai character atau watak.
   Allport dalam buku Sumadi Suryabrata mengatakan: Character is personality evaluated and personality is character devaluated. Ia mengganggap watak atau kepribadian adalah satu dan sama tetapi dipandang dari segi yang berlainan. Bila akan mengadakan penilaian dengan menggunakan norma, maka dipakai istilah watak. Kalau menggambarkan apa adanya lebih tepat menggunakan istilah kepribadian.
   Terdapat banyak cara dan teori di dalam memahami kepribadian individu. Tetapi dalam kesehatan mental ini hanya akan dibahas pembagian kepribadian melalui sudut pandang pendekatannya (approach), dimana terdiri dari dua teori pendekatan. Pertama pendekatan tipologi (typologycal approach) dan kedua pendekatan pensifatan (trait approach).
   Pendekatan tipologi dapat kita lihat pada pendapat Hipocrates-Galenus dan Heymans sedangkan pendekatan pensifatan pendapat Sigmund Freud, Allport, Maslow dan Rogers.

Pendekatan Tipologi
1. Teori Hipocrates-Galenus.
   Sama halnya dengan alam yang tersusun dari 4 unsur yaitu; tanah bersifat kering, air bersifat basah, udara bersifat dingin dan api bersifat panas. Maka manusiapun terdiri dari 4 unsur yaitu:
a. Sifat kering terdapat pada chole/ empedu kuning
b. Sifat basah terdapat pada melanchole/ empedu hitam
c. Sifat dingin terdapat pada phlegma/ lender
d. Sifat panas terdapat pada sanguis/ darah
   Apabila keempat cairan di atas jumlahnya normal maka individu tersebut sehat.
Tetapi jika tidak normal maka terjadilah gangguan jiwa atau sakit mentalnya. Lebih jauh tipe-tipe manusia menurut Hipocrates-Galenus tersebut sebagai berikut:
Cairan Tubuh
Yang dominan
Prinsip Tipe Sifat Khas
Chole
(empedu
kuning)
Tegangan 1. Choleris Besar semangat/ hidup,
Keras, mudah marah, daya juang besar, optimis
Melanchole
(empedu hitam)
Penegaran 2. Melancholis Mudah kecewa, suka merenung, daya juang kecil, pesimistis
Phlegma
Plastisitas 3. Phlegmatis Tenang/kalem, tak mudah dipengaruhi, setia, lamban
Sanguis
Ekspansifitas 4. Sanguinis Ramah, mudah ganti haluan.

2. Teori Heymans
   Teori ini membagi tiga macam kualitas kejiwaan individu, yaitu: emosionalitas, proses pengiring dan aktivitas. Penjelasan lebih lanjut adalah sebagai berikut:
1. Emosionalitas
   Maksudnya mudah atau tidak perasaan orang terpengaruh oleh kesan-kesan. Tiap-tiap orang mempunyai kecakapan untuk mengahayati suatu perasaan karena pengaruh suatu kesan, namun masing-masing mempunyai tingkat yang berbeda. Menurut dikotomisasi terdiri dari:
a. golongan emosional, mereka yang emosionalitasnya tinggi (+) mempunyai sifat-sifat impulsive, mudah marah, suka tertawa, perhatiannya tidak mendalam, tidak tenggang rasa, tidak praktis, dalam berpendapat tetap, ingin berkuasa, dapat dipercaya dalam soal keuangan.
b. golongan tidak emosional, mereka yang emosionalitasnya rendah (-). Sifat-sifatnya antara lain; berhati dingin, hati-hati dalam menentukan pendapat, bertenggang rasa, praktis, jujur dalam batas-batas hukum, dapat menahan birahi, memberi kebebasan orang lain.
2. Proses Pengiring
   Proses pengiring adalah banyak atau tidaknya pengaruh kesan-kesan pada kesadaran setelah kesan-kesan itu tidak ada lagi dalam kesadaran. Proses pengiring ini berbeda tingkatannya pada masing-masing golongan, menurut dikotomisasinya sebagai berikut:
a. golongan proses pengiring kuat (+), yang berfungsi sekunder. Sifat-sifatnya antara lain: tenang, tidak mudah putus asa, suka menolong, bijaksana, ingatannya baik, berfikir bebas, teliti, konsekuen, dalm politik moderat atau konservatif.
b. golongan proses pengiring lemah (-), yang berfungsi primer. Mempunyai sifat-sifat di antaranya: tidak tenang, mudah putus asa, ingatan kurang baik, boros, tak teliti, tidak konsekuen, dalam politik radikal, egoistic.
3. Aktivitas
   Maksudnya adalah banyak sedikitnya individu itu menyatakan diri, menjelmakan perasaan dan fikiran dalam tindakan yang spontan. Dikotominya adalah:
a. golongan aktif, yaitu: karena adanya suatu alas an yang lemah/ kecil individu telah berbuat sesuatu (+). Sifat-sifatnya antara lain: senang sibuk, bergerak, periang, mudah mengerti, praktis, kuat menentang penghalang, pandangan luas, loba, lekas damai setelah bertengkar, tenggang rasa.
b. golongan tidak aktif, termasuk mereka, meskipun ada alasan kuat belum mau bertindak (-). Sifat-sifatnya antara lain: lekas mengalah, mudah putus asa, memandang berat segala persoalan, perhatian tidak mendalam, tidak praktis, nafsu birahi sering menggelora, boros, segan membuka hati.
Berdasarkan tiga kategori di atas dan dikotominya maka munculah 8 tipe sifat-sifat individu, yaitu:
1. Orang hebat ditandai dengan : + + +
2. Orang Sentimental ditandai dengan : + + -
3. Choleris ditandai dengan : + - +
4. Nerveus ditandai dengan : + - -
5. Phelegmatis ditandai dengan : - + +
6. Aphatis ditandai dengan : - + -
7. Sanguinis ditandai dengan : - - +
8. Amorph ditandai dengan : - - -
   Dengan mengetahui tipe dari sifat-sifat yang dimiliki, maka dapat ditentukan langkah-langkah untuk menjaga keseimbangan kepribadian seseorang.

Pendekatan Pensifatan
1. Teori Sigmund Freud
   Sejak pertengahan abad ke-19, objek psikologi adalah kesadaran orang normal dewasa dan beradab. Anggapan freud bahwa kesadaran itu hanya sebagian kecil dari kehidupan psikis . Freud mengumpamakan psikis seperti gunung es yang berada dilautan. Puncak gunung es yang menjulang di atas permukaan laut hanya sebagian kecil saja sedangkan bagian yang lebih besarnya tidak tampak. Hal ini menunjukan bahwa alam bawah sadar lebih besar/ luas dari pada alam sadar. Kepribadian menurut Freud terdiri dari 3 unsur yaitu:
1. Id (merupakan aspek biologis)
   Dorongan alamiah atau original dari keinginan-keinginan manusia yang menuntut untuk segera dipenuhi.
2. Ego (merupakan aspek psikologis)
   Aspek ini muncul karena adanya kebutuhan organisme untuk berhubungan dengan relita/ dunia nyata. Contoh: bila manusia lapar id membayangkan makanan dan ego akan membedakan antara khayalan dan kenyataan dan akan berusaha mencari objek yang tepat untuk memenuhi keinginan id
3. Super ego (merupakan aspek sosiologis)
   Sebagi wakil dari nilai-nilai tradisional serta cit-cita masyarakat yang diajarkan berupa larangan dan perintah. Berfungsi menentukan benar-salah, susila-tidak susila, pantas-tidak pantas.
Ada tiga fungsi utama super ego:
a. Merintangi keinginan-keinginan dari id, seksual dan agresif yang ditentang oleh masyarakat.
b. Mendorong ego mengejar hal-hal yang moralitas daripada yang realitas.
c. Mengejar kesempurnaan.
2. Teori Allfort
   Jika Freud mengamati bahwa perilaku manusia merupakan hasil dari dorongan alam bawah sadar, maka Allfort mencoba mengamati secara kualitatif perilaku manusia. Sehingga berpendapat bahwa perilaku manusia adalah karena adanya dorongan yang sadar. Secara ideal manusia dewasa memiliki 3 ciri pribadi manusia dewasa yang ideal, yaitu:
1. Extention of Self
   Artinya seorang manusia dewasa harus memiliki rencana masa depan dan harapan masa depan, tidak berfikiran sempit.
2. Self Objectification
   Terdapat dua komponen pokok di dalam kepribadian individu yaitu, insight dan humor. Insight adalah kecakapan individu untuk mengerti dirinya. Sedangkan humor kecakapan untuk mendapatkan kesenangan.
3. Philosohy of Life
   Individu di dalam menikmati hidup harus didasari latar belakang yang memberikan arti dan tujuan dalam hidup.

Sabtu, 24 November 2012


 Final Softskill

A.     Publikasi Online
   Publikasi Online adalah suatu informasi atau pesan atau pengumuman dalam bentuk online atau diterbitkan atau di umumkan dalam dunia internet melalu media elektronik baik melalui komputer, laptop atau apa saja yang dapat terhubung dalam dunia online, banyak sekali manfaat dari publikasi online ini apalagi di jaman sekarang yang rata-rata masyarakat diseluruh dunia dapat terhubung atau menggunakan internet untuk alat mencari atau bertukar informasi, banyak yang dapat dilakukan dalam publikasi online misalnya berjualan atau memasarkan produk-produk baru atau produk bekas sekalipun banyak juga perusahaan atau hanya sekedar home production yang dipasarkan melalui publikasi online, semua itu sangat bermanfaat dan lebih mengirit biaya karena biayanya relatif murah dan lumayan bagus karena tidak hanya masyarakat dalam negeri saja bahkan dunia pun bisa tahu saat kita mulai menggunakan publikasi onlien ini. Maka dari itu publikasi onlien sangat berguna untuk kita di jaman modern dan serba cepat ini.
   perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, khususnya internet, telah membuat dunia semakin datar. Hal ini berdampak pada proses kolaborasi dan publikasi yang menjadi semakin mudah dan cepat dilakukan. Web 1.0 pun kini bergerak menjadi Web 2.0 yang pada intinya memberikan hak lebih kepada pengguna untuk berpartisipasi secara aktif. Contoh layanan web yang menggunakan pendekatan web 2.0 ini adalah situs jejaring sosial yang akhir-akhir ini marak digunakan, seperti Facebook dan Friendster, termasuk juga Blogs (wordpress.com, blogspot.com, multiply.com), dan Wikipedia.


B.     Etika dalam Penelitian dengan Menggunakan Bantuan Internet
   Di dalam dunia maya pun ada etika. Apa sih itu etika? Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ethikos" yang berarti "timbul dari kebiasaan". Etika  adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.
   Secara garis besar penelitian percobaan (eksperimen) terbagi menjadi penelitian laboratorium (laboratory experiment) dan penelitian lapangan (field experiment). Masing-masing penelitian tersebut memliki kelebihan dan kelemahan tersendiri,yaitu :
1.      Penelitian laboratium
   Penelitian laboratorium merupakan penelitian yang dilakukan dalam ruangan tertutup, dimana kelompok eksperimen dijauhkan dari variable pengganggu sebab dapat memengaruhi hasil dari pengujian hubungan sebab akibat.
·         Kelebihan penelitian ini adalah hasil dari penelitian ini lebih dapat di pertanggungjawab kan keabsahannya karena hanya memfokuskan pada pengujian hubungan sebab dan akibat.
·         Kelemahan penelitian laboratorium adalah penelitian ini belum tentu dapat diberlakukan dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Penelitian lapangan
   Penelitian lapangan merupakan penelitian yang dilakukan dalam ruangan terbuka, dimana kelompok eksperimen masih dapat berhubungan dengan faktor-faktor luar.
·         Kelebihan penelitian lapangan adalah hasil penelitian ini dapat diberlakukan dalam kehidupan sehari-hari.
·         Kelemahan penelitian lapangan adalah tingkat kepastian hubungan sebab akibat tidak sebesar pada penelitian laboratorium karena sulitnya untuk mengontrol variabel-variabel pengganggu.
   Dalam melakukan sebuah penelitian percobaan, terdapat etika dan aturan-aturan yang harus diperhatikan oleh sang peneliti karena menyangkut kebebasan dan hak asasi subjek penelitian. Berikut adalah etika penelitian percobaan:
-  Kebebasan bagi public untuk mengakses hasil penelitian.
-  Menjaga kerahasiaan (privacy) subjek penelitian.
-  Mengirimkan hasil penelitian kepada subjek.
-  Memberikan hal subjek dan meminta persetujuan terlebih dahulu.
- Memberitahukan secara jujur dan jelas kepada subjek tentang prosedur penelitian yang telah dilakukan.


C.     Jurnal Penelitian Psikologi yang Membahas Tentang Internet
   Saat ini internet sudah hampir semua orang menggunakannya.  Tapi sebuah studi menemukan bahwa menggunakan internet secara berlebihan dapat merusak otak remaja yang membuat salah satu bagian otak cenderung keriput. Penggunaan internet sudah sangat umum pada zaman sekarang. Tapi sebuah studi menemukan bahwa menggunakan internet secara berlebihan dapat merusak otak remaja yang membuat salah satu bagian otak cenderung keriput.
   Para ilmuwan menemukan adanya tanda-tanda atrofi (penyusutan) pada materi abu-abu di otak remaja pengguna internet berat yang semakin memburuk dari waktu ke waktu. Hal ini dapat mempengaruhi tingkat konsentrasi dan memori, serta kemampuan remaja untuk membuat keputusan dan tujuan yang diterapkan. Selain itu juga dapat mengurangi hambatan dan mendorong remaja melakukan perilaku yang tidak pantas. Kesimpulan ini diperoleh dari penelitian yang dilakukan dengan menggunakan scan otak MRI dari 18 pelajar berusia 19 tahun yang menghabiskan 8 sampai 13 jam sehari untuk bermain game online,selama enam hari dalam seminggu.
   Pelajar diklasifikasikan sebagai pecandu internet setelah menjawab delapan pertanyaan, termasuk apakah mereka telah mencoba untuk berhenti menggunakan internet dan apakah mereka berbohong kepada anggota keluarga tentang jumlah waktu yang mereka habiskan untuk online. Hasil perbandingan dengan kelompok kontrol menunjukkan bahwa remaja pecandu internet mengalami kerusakan pada materi abu-abu di permukaan keriput otak (korteks), yang merupakan tempat pengolahan memori, emosi, kemampuan bahasa, penglihatan, pendengaran dan kontrol motor.
   Peneliti juga menemukan adanya perubahan dalam jaringan otak yang disebut sebagai materi putih, yang melewatkan pesan antara daerah berbeda dari materi abu-abu dalam sistem saraf. Menurut peneliti, kelainan ini dapat membuat remaja lebih bergantung pada internet dan harus menghadapi risiko mengalami IAD (internet addiction disorder).

 
2. Bermain Game Online

   Saya memilih Counter Strike sebagai game yang saya coba mainkan. dulu saya juga sangat menyukai game ini dan sekarang coba saya minkan lagi setelah lama tidak saya sentuh.

game ini tentang peperangan antara teroris dan polisi, saya lebih menyukai menjadi teroris ketimbang polisi di game ini. tugas teroris di game ini adalah memasang bom ditempat yang telah ditentukan dan menjaganya dari polisi sampai bom itu meledak karena tugas polisi adalah menjinakan bom tersebut.

Dampak Positifnya game ini adalah :
-Bisa Merefresh otak yang penat
-sarana hiburan
-bisa membuat saya senang untuk beberapa saat
-memiliki banyak relasi di dunia maya.

Dampak Negatifnya game ini adalah :
-Lupa waktu
-Bikin Emosi naik kalau kalah
-Lupa kewajiban beribadah
-lupa makan
-mata saya jadi perih dan pegal karena saya bisa menghabiskan bermain game ini berjam-jam dimalam hari.

Minggu, 04 November 2012


CSCW (Computer Supported Cooperative Work )

   CSCW merupakan kerangka kerja dalam sebuah aplikasi yang di dalamnya dipengaruhi oleh kerangka kerja dalam sebuah aplikasi yang di dalamnya dipengaruhi oleh kelompok dan situasi social yang ditempati sistem tersebut.  CSCW mengangkat isu adanya pengaruh secara social dari adanya interaksi pengguna yang berkolaborasi dan berorganisasi, sehingga CSCW seringkali diasumsikan sebagai aspek yang dihasilkan dari sebuah groupware. CSCW lebih berorientasi kepada evaluasi terhadap hal-hal yang terjadi dalam proses interaksi antar manusia dalam sekelompok pengguna.
   Istilah Computer Supported Cooperative Work (CSCW) pertama kali digunakan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman pada tahun 1984, pada sebuah workshop yang dihadiri oleh mereka yang tertarik dalam menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan mereka. Pada kesempatan yang sama pada tahun 1987, Dr. Charles Findley mempresentasikan konsep collaborative learning-work. CSCW mengangkat isu seputar bagaimana aktivitas-aktivitas kolaboratif dan koordinasi didalamnya dapat didukung teknologi komputer. Beberapa orang menyamakan CSCW dengan groupware, namun yang lain mengatakan bahwa groupware merujuk kepada wujud nyata dari sistem berbasis komputer, sedangkan CSCW berfokus pada studi mengenai kakas dan teknik dari groupware itu sendiri, termasuk didalamnya efek yang timbul bail secara psikologi maupun sosial.
CSCW memiliki tujuan yaitu :
• Mempelajari bagaimanaorangbekerja sama sebagaikelompok dan apa yang mempengaruhiteknologi
• Mendukung proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan
Contoh yang digunakan pada CSCW adalah
• Kaloborasi para Ilmuwan yang bekerja sama pada suatu proyek
• Pengarang mengedit suatu dokumen bersama-sama
• Programmer suatu sistem secara bersamaan
• Bekerja sama sebagai sharing atas suatu video bersama yang conferencing aplikasi
• Para pembeli dan para penjual melakukan transaksi secara eBay

Matriks CSCW
   Salah satu bentuk umum konseptualisasi sistem CSCW adalah dengan mengamati konteks dari penggunaan sistem tersebut. Contohnya adalah matriks CSCW, yang diperkenalkan pertama kali pada tahun oleh Johansen. Matriks dimaksud membagikonteks sebuah “work” ke dalam dua dimensi yakni waktu dan lokasi. Dimensi waktu dibagi menjadi kolaborasi yang dilakukan pada waktu yang bersamaan (sinkron), atau berbeda (asinkron). Dimensi lokasi dibagi menjadi kolaborasi yang dilakukan pada tempat yang sama, atau tempat yang terdistribusi.

tugas softskill


DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI INTERNET

A. Dampak Positif dan Negatif Akibat Perkembangan Teknologi Internet bagi diri sendiri (personal)
   Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik). Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak ( dalam hal ini provider ) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet.
   Pihak yang telah tergabung dalam jaringan ini akan memiliki alamat tersendiri ( bagaikan nomor telepon ) yang dapat dihubungi melalui jaringan internet. Provider inilah yang menjadi server bagi pihak-pihak yang memiliki personal komputer ( PC ) untuk menjadi pelanggan ataupun untuk mengakses internet.
   Sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi internet juga semakin maju. Internet adalah jaringan komputer yang dapat menghubungkan suatu komputer atau jaringan komputer dengan jaringan komputer lain, sehingga dapat berkomunikasi atau berbagi data tanpa melihat jenis komputer itu sendiri. Pada tahun 1999, jumlah komputer yang telah dihubungkan dengan internet di seluruh dunia mencapai lebih dari 40 juta dan jumlah ini terus bertambah setiap hari. Saat ini jumlah situs web mencapai jutaan, bahkan mungkin trilyunan, isinya memuat bermacam-macam topik. Tentu saja, situs-situs itu menjadi sumber informasi baik yang positif ataupun negatif. Informasi dikatakan positif apabila bermanfaat untuk penelitiaan. Di bawah ini akan dijelaskan dampak-dampak positif maupun negatif dari penggunaan internet.

- Dampak Positif Dari Internet :
1.   Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2.   Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
3.   Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
4.   Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
5.   Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.
6.   Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.



-Dampak Negatif Dari Internet :
a.  Pornografi
   Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela. Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
b. Violence and Gore
   Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
c. Penipuan
   Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
d. Carding
   Karena sifatnya yang real time (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
e. Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.
-Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).
-Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.
-Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).
-Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.


Rabu, 17 Oktober 2012


Komunitas Online

   Semua komunitas online tentunya memiliki plus-minus masing-masing dan juga ciri khas yang melekat kuat pada anggotanya. Istilah kata Komunitas berasal dari bahasa latin communitas yang berasal dari kata dasar communis yang artinya masyarakat, publik atau banyak orang. Pengertian Komunitas sebagai sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas di bagi menjadi dua:
1. Komunitas Online (Komunitas Virtual)
2. Komunitas Offline
   Komunitas Online adalah sekelompok orang dalam berkomunikasi menggunakan internet sebagai media utama dan tidak mengandalkan pertemuan langsung secara fisik. Komunitas online bisa menjadi komunitas primer/komunitas sekunder. Komunitas sekunder adalah telah ada komunitas solid yang ada di dunia nyata dan komunitas virtual tersebut digunakan untuk pelengkap.
   Soenarno (2002), Definisi Komunitas adalah sebuah identifikasi dan interaksi sosial yang dibangun dengan berbagai dimensi kebutuhan fungsional. Menurut Kertajaya Hermawan (2008), Komunitas adalah sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya, dimana dalam sebuah komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaan interest atau values. Maka bisa disimpulkan bahwa KOMUNITAS ONLINE ADALAH SEBUAH KELOMPOK SOSIAL DARI BERBAGAI KALANGAN DAN LATAR BELAKANG YANG BERBEDA YANG SALING PEDULI SATU SAMA LAIN KARENA ADANYA KESAMAAN INTEREST DAN VALUES, DENGAN PERANTARA SUATU JARINGAN INTERNET.


Polarisasi Kelompok

   Polarisasi adalah kecenderungan ke arah posisi yang ekstrem. Bila sebelum diskusi kelompok para anggota mempunyai sikap agak mendukung tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan lebih kuat lagi mendukung tindakan itu. Sebaliknya, bila sebelum diskusi para anggota kelompok agak menentang tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan menentang lebih keras. Polarisasi kelompok merupakan sebuah gejala lain dari pengambilan keputusan ialah adanya penggeseran keputusan yang menuju kepada keputusan yang ekstrim, yaitu keputusan yang beresiko tinggi (derajat resiko dari keputusan kelompok lebih tinggi dari derajat resiko yang berani diambil oleh setiap kelompoknya) atau keputusan yang sangat rendah derajat resikonya (memiliki derajat yang lebih rendah dari derajat resiko yang dapat diambil oleh para anggotanya.


Kelompok Kerja Virtual

   Sekelompok orang yang bekerja pada sebuah proyek yang umum melalui teknologi seperti e-mail, pesan instan, database bersama, diskusi threaded dan kalender.Kelompok kerja virtual diamanatkan oleh kebijakan perusahaan dan persyaratan kerja. Kontras dengan komunitas virtual dan komputasi meresap.

Jaringan dan Virtualisasi Storage 

   Sekelompok orang yang bekerja pada sebuah proyek yang umum melalui teknologi seperti e-mail, pesan instan, database bersama, diskusi threaded dan kalender.Kelompok kerja virtual diamanatkan oleh kebijakan perusahaan dan persyaratan kerja. Kontras dengan komunitas virtual dan komputasi meresap . 
   
   Dalam sebuah jaringan, virtualisasi mengkonsolidasikan beberapa perangkat menjadi pandangan logis sehingga mereka dapat dikelola dari konsol tunggal (lihatvirtualisasi jaringan ). Virtualisasi juga memungkinkan beberapa perangkat penyimpanan yang dapat diakses dengan cara yang sama tidak peduli apa jenis dan lokasinya. Kemampuan bersosialisasi yang tinggi dari para profesional membuat mereka mampu membentuk kelompok yang disebut kelompok kerja virtual. Berkumpul dan membentuk team saat ada pekerjaan yang harus ditangani. Team kerja virtual seperti itu hanya bisa dibentuk oleh para professional yang sudah bisa bertindak sebagai agen indenpenden bagi dirinya sendiri. Mereka hanya jadi terikat ketika sedang menangani suatu proyek yang dikerjakan oleh team virtual. Kemudahan dalam menggunakan perangkat telekomunikasi menjadi sarana jitu untuk saling berhubungan jika suatu saat dibutuhkan. Dalam konteks organisasi ini kelompok kerja virtual yang masing-masing bisa muncul dan melintasi batas-batas organisasi konvensional seperti yang terdapat pada perusahaan umumnya. Ini dikarenakan kemampuan mereka dalam menggali kemampuan-kemampuan yang sebelumnya tersembunyi dan menjadi muncul ke permukaan melalui acara-acara bebas untuk berbincang dan bertukar informasi atau gagasan.

Jumat, 12 Oktober 2012


Internet Addiction (Kecanduan Internet)

1. Pengertian
   Seperti halnya adiksi terhadap zat, adiksi internet dapat diartikan sebagai pemakaian internet secara terus-menerus hingga dapat mengganggu kehidupan sehari-hari penderitanya.

2. Kriteria-Kriteria Internet Addiction
   Kriteria untuk mengetahui seseorang telah mengalami adiksi terhadap internet diadaptasi dari kriteria-kriteria ketergantungan zat seperti disebutkan di dalam DSM-IV,Seorang ahli jiwa bernama Ivan Goldberg mengemukakan beberapa ciri-ciri seseorang Kecanduan Internet. Ciri-cirinya meliputi :
¤  Sering lupa waktu atau mengabaikan hal-hal yang mendasar saat mengakses internet terlalu lama
¤  Gejala menarik diri seperti merasa marah, tegang, atau depresi ketika internet tidak bisa diakses
¤  Munculnya sebuah kebutuhan konstan untuk meningkatkan waktu yang dihabiskan
¤  Kebutuhan akan peralatan komputer yang lebih baik dan aplikasi yang lebih banyak untuk dimiliki memiliki derajat kepuasan yang sama
¤  Sering berkomentar, berbohong, rendahnya prestasi, menutup diri secara sosial, dan kelelahan. Ini merupakan dampak negatif dari penggunaan Internet yang berkepanjangan.

A. Toleransi,
   yang ditunjukkan dalam perilaku sebagai berikut :
•  Kebutuhan meningkatkan waktu penggunaan internet untuk mendapatkan kepuasan dan mengurangi efek keinginan terus-menerus memakai internet
•  Secara nyata mengurangi efek keinginan tersebut dengan melanjutkan pemakaian internet dengan waktu yang sama terus menerus

B. Withdrawal,
   yang termanifestasikan ke dalam salah satu ciri-ciri berikut :
a. Kesulitan untuk menghentikan atau mengurangi pemakaian internet, agitasi psikomotor, kecemasan, secara obsesif memikirkan tentang apa yang sedang terjadi di internet, fantasi atau mimpi tentang internet, sengaja atau tidak sengaja menggerakkan jari-jari seperti gerakan sedang mengetik dengan komputer.
b. Pemakaian internet atau layanan online yang mirip untuk melepaskan diri atau menghindarkan diri dari simptom-simptom withdrawal.
c. Sering menghabiskan waktu mengakses internet lebih lama dari yang direncanakan (kehilangan orientasi waktu).
d. Gagal mewujudkan keinginan untuk mengurangi atau mengontrol pemakaian internet.
e. Menghabiskan banyak waktu dengan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan internet (misalnya membeli buku-buku tentang internet, mencoba-coba browser WWW baru, dan mengatur material-material hasil dari download).
f.  Terganggunya kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan keluarga, lingkungan, pekerjaan akibat pemakaian internet.
g. Tetap menggunakan internet secara berlebihan meskipun sudah memiliki pengetahuan mengenai dampak-dampak negatif dari pemakaian internet secara berlebihan. Meskipun di Indonesia layanan internet yang diberikan oleh ISP (Internet Service Provider) belum maksimal seperti di negara Korea, China dan Jepang, itu tidak mengurangi antusias masyarakat indonesia untuk mengakses Internet. Apalagi dengan hadirnya situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, skype, dan masih banyak lainnya. Belum lagi ditambah dengan bisnis-bisnis online yang sekarang lagi merebak, transaksi pun tidak harus bertemu langsung seperti zaman-zaman dulu.Sering lupa waktu atau mengabaikan hal-hal yang mendasar saat mengakses internet terlalu lama
Gejala menarik diri seperti merasa marah, tegang, atau depresi ketika internet tidak bisa diakses. Munculnya sebuah kebutuhan konstan untuk meningkatkan waktu yang dihabiskan, kebutuhan akan peralatan komputer yang lebih baik dan aplikasi yang lebih banyak untuk dimiliki memiliki derajat kepuasan yang sama. Sering berkomentar, berbohong, rendahnya prestasi, menutup diri secara sosial, dan kelelahan. Ini merupakan dampak negatif dari penggunaan Internet yang berkepanjangan

   Zsolt Demetrovics, et. al. (2008) mengembangkan kuisioner mengenai internet addiction yang disebut PIUQ (Problematic Internet Use Questionnaire). Faktor-faktor internet dalam kuisioner tersebut terbagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu:
a. Keterikatan mental dengan internet
   Yang termasuk dalam kategori ini antara lain melamun, sering berfantasi tentang internet, menunggu kesempatan untuk ber-online lagi, di sisi lain, kecemasan, kekhawatiran, dan depresi karena kurangnya pemakaian internet.
b. Pengabaian aktivitas sehari-hari dan kebutuhan-kebutuhan dasar
   Faktor ini adalah mengenai berkurangnya tingkat kepentingan urusan rumah tangga, pekerjaan, belajar, makan, hubungan sesama, dan aktivitas-aktivitas lain serta pengabaian aktivitas-aktivitas tersebut akibat peningkatan frekuensi pemakaian internet.
c. Kesulitan dalam mengontrol pemakaian internet
   Yang termasuk dalam kategori ini adalah pemakaian internet yang lebih sering dan lebih lama dari yang sebelumnya direncanakan, disamping ketidakmampuan untuk mengurangi jumlah pemakaian internet.

3. Jenis-Jenis Internet addiction
   Berikut ini adalah sub-sub tipe dari internet addiction menurut Kimberly S. Young, et. al. (2006):
a. Cybersexual Addiction,
   Termasuk ke dalam cybersexual addiction antara lain adalah individu yang secara kompulsif mengunjungi website-website khusus orang dewasa, melihat hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas yang tersaji secara eksplisit, dan terlibat dalam pengunduhan dan distribusi gambar-gambar dan file-file khusus orang dewasa.
b. Cyber-Relationship Addiction
   Cyber-relationship addiction mengacu pada individu yang senang mencari teman atau relasi secara online. Individu tersebut menjadi kecanduan untuk ikut dalam layanan chat room dan seringkali menjadi terlalu-terlibat dalam hubungan pertemanan online atau terikat dalam perselingkuhan virtual.
c. Net compulsions
   Yang termasuk dalam sub tipe net compulsions misalnya perjudian online, belanja online, dan perdagangan online.
d. Information Overload
   Information overload mengacu pada web surfing yang bersifat kompulsif.
e. Computer Addiction
   Salah satu bentuk dari computer addiction adalah bermain game komputer yang bersifat obsesif.
Internet Addiction Disorder atau Problematic Internet Use memiliki kecenderungan hampir sama seperti kecanduan obat-obatan. Di negara China dan Korea Selatan hal ini ditanggapi dengan serius.